![]() |
Muryanti, masih terbaring lumpuh di rumah hingga kini, Photo: JPNN |
Nasir, 43, suami Muryanti, menyatakan bahwa istrinya terserang meningitis TB saat di Hongkong. Tepatnya pada Juni 2014. Penyakit infeksi pada susunan saraf pusat yang mengenai selaput otak dan selaput medulla spinalis itu membuat Muryanti hanya bisa berbaring di ranjang. Dia lumpuh total. Dia tidak bisa bicara normal. Anggota tubuhnya pun sakit saat dipegang atau digerakkan.
"Saya senang istri sudah di rumah. Saat mendapat kabar bahwa istri saya sakit di Hongkong, keluarga bingung harus bagaimana," ungkapnya. Muryanti tercatat dua kali menjalani rawat inap di RSUD dr Harjono. Nasir juga pernah mengundang seorang terapis ke rumah.
Kondisi Muryanti, lanjut Nasir, meningkat sejak menjalani terapi. Namun, dia terpaksa menghentikan pengobatan lantaran kendala biaya.
Diketahui Muryanti bisa pulang karena dijemput adiknya bernama Ginarti. Ternyata adiknya Muryanti ini juga pernah bekerja di majikan yang sama. Dia pulang setelah kontraknya habis pada bulan Mei 2014. Kala itu Muryanti masih bisa berkomunikasi, meski tergolek lemas.
"Awalnya hanya sakit panas. Sama majikan dibawa ke dokter dua kali, tapi tidak sembuh. Baru dibawa ke rumah sakit setelah Mbak Mur tidak bisa buang air kecil," kata Ginarti yang menemaninya selama di Hongkong.
Dokter pun memutuskan mengeluarkan carian di otak Muryanti hingga dia sempat koma selama sebulan. Muryanti kembali naik ke meja bedah untuk pemasangan slang yang menghubungkan otak ke perut. Slang tersebut dipasang untuk membuang cairan berlebih di dalam otak. "Saya bingung karena masa kontrak kakak saya berakhir 22 Januari. Padahal, kakak saya masih menjalani perawatan," ungkapnya.
Walau masih sakit Muryanti rupanya dipulangkan ke Indonesia melakukan perjalanan jauh sementara perawatannya belum sembuh. Seharusnya Muryanti berhak mendapat perawatan hingga sembuh karena dia sudah bekerja selama empat tahun.